Profil penulis
U
2.055 karya publik ditemukan.
Handbook Penyuluh dan Pendidik Agama Hindu 5.0
Banyak sekali pertanyaan yang muncul di kalangan umat Hindu, khususnya di Bali mengenai tata cara pelaksanaan keagamaan dan ritual keseharian. Jawaban-jawaban yang tepat dan menurut dasar yang jelas diperlukan agar keimanan dan bhakti kita terhadap ajaran-ajaran agama semakin kuat. Dengan kuatnya keyakinan, kita dapat menjaga diri dari berbagai kemerosotan akhlak dan karakter.
Sejarah perkembangan agama Hindu
Agama Hindu Dan Budha
Peladjaran agama Hindu Bali, bagi pendidikan guru agama menengah atas dan sekolah2 lainnja serta masjarakat umumnja
Cara belajar agama Hindu yang baik
Principles of study and teaching Balinese Hinduism.
Sanatana Dharma
Buku ini disusun untuk mempermudah proses pembelajaran dan pengajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti, dimana pencapaian kompetensi pada penguasaan materi bukanlah menjadi suatu unsur utama melainkan lebih menekankan pada pencapaian kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial sesuai dengan konsep Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Dengan mempelajari buku ini diharapkan siswa mampu memahami ilmu pengetahuan tentang agama Hindu dengan baik serta mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata agar dapat bermanfaat bagi diri sendiri maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Kisah-kisah cerita yang ditampilkan dalam buku ini dapat memberikan inspirasi yang bermakna tentang gambaran yang sebenarnya bagaimana nilai-nilai etika, moralitas dan kebenaran hendaknya dilaksanakan dalam kehidupan ini. Materi yang disajikan dalam buku ini juga beragam dengan kompleksitas materi yang dikemas secara sederhana dengan tetap mengedepankan unsur-unsur spiritual keagamaan untuk memudahkan siswa dalam memahami ajaran-ajaran agama Hindu. Śloka-śloka dalam beberapa pustaka śuci Agama Hindu juga terdapat di setiap bab pada buku ini untuk menunjang keakuratan materi yang disajikan. Diharapkan setelah membaca dan mempelajari buku ini, siswa mampu memahami Sifat Ātmān Dalam Bhagavadgītā, Sapta Timira, Tri Guṇa, Pañca Mahābhūta, serta Perkembangan Agama Hindu Di Asia dengan ruang lingkup yang terperinci dan lebih detail. Semua materi dalam buku ini telah disusun berdasarkan silabus Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas VIII Kurikulum 2013 dengan tambahan beberapa materi yang bersifat prinsip untuk pengembangan materi pembelajaran. Penjelasan dan pembahasan yang lengkap dengan bahasa yang sederhana akan memudahkan siswa dalam memahami materi pada buku ini. Rangkuman materi dalam buku ini disusun secara sistematis untuk menunjang tema pembahasan materi ditambah dengan berbagai penjelasan istilah-istilah dalam agama Hindu dan soal-soal yang beragam akan lebih mengasah kemampuan siswa.
Ajaran agama Hindu acara agama
Study and teaching on Hinduism.
Pendidikan Agama Hindu dalam Lontar Tutur Kumara Tattwa (Konsep, Substansi, dan Nilai)
Lontar Tutur Kumara Tattwa sepenuhnya berbicara tentang petuah petuah Bhatara Guru pada para Bhatara yang kemudian dapat ditafsirkan pada ajaran kebenaran kodrat manusia, serta tentang nilai luhur kehidupan. Saya katakana inti dari Lontar ini adalah tentang tattwa (filsafat/kebenaran) yang dipercayai oleh leluhur dan diwariskan secara turun-temurun, sehingga sampailah hingga generasi saat ini. Buku ini berupaya untuk menjabarkan bagaimana dimensi pendidikan Agama Hindu dalam Lontar Tutur Kumara Tattwa yang termanifestasikan dalam substansi Tri Kerangka Agama Hindu, Panca Sraddha serta konsep Satyam, Sivam, Sundaram. Sehingga hadirnya buku ini merupakan nektar pengetahuan yang mampu menambah khasanah pengetahuan kita khususnya di bidang pendidikan Agama Hindu.
Buku pelajaran agama Hindu
Buku Ajar Pendidikan Agama Hindu di Perguruan Tinggi
Pendidikan Agama merupakan salah satu Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU). Direktorat Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI dengan tupoksinya menerapkan kurikulum yang sesuai yaitu kurikulum yang mengandung empat unsur kompetensi pembelajaran berupa sikap, ilmu pengetahuan, pemberian keterampilan khusus dan keterampilan umum. Dengan penerapan ini diharapkan akan memberikan capaian pendidikan berupa learning outcome. Atas dasar tersebut, buku ajar pendidikan agama ini dibuat dengan tetap berperang teguh pada mekanisme dan unsur-unsur yang tertera pada kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Secara konseptual, setiap jenjang kualifikasi dalam KKNI disusun oleh empat parameter utama yaitu (1) Ilmu pengetahuan (science), (2) pengetahuan (knowledge), (3) pengetahuan praktis (know-how), (4) keterampilan (skill), (5) afeksi (affection) dan (6) kompetensi (competency). Adapun keenam parameter yang terkandung dalam masing-masing jenjang disusun dalam bentuk deskripsi yang disebut deskriptor kualifikasi. Dengan demikian ke-9 jenjang kualifikasi dalam KKNI memuat deskriptor-deskriptor yang menjelaskan kemampuan di bidang kerja, lingkup kerja berdasarkan pengetahuan yang dikuasai dan kemampuan manjerial dan dinyatakan sebagai capaian pembelajaran. Buku Ajar Pendidikan Agama Hindu ini selain tetap berpegang teguh pada KKNI, juga tetap mengaitkan berbagai pembahasan/materi dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Meskipun secara mekanisme, perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama belum melaksanakan Kurikulum Merdeka Belajar. Secara sepintas, buku ajar ini tetap mengakomodir hal-hal yang bisa dimasukkan ke dalam buku ajar. Selain itu, buku ajar ini juga disusun dengan bahasa sederhana dan mudah dicerna. Dengan bahasa-bahasa ilustrasi yang bersegmentasi pada generasi milenial. Tujuannya adalah lebih mendekatkan dengan para mahasiswa yang notabene adalah generasi milenial. Bukan hanya itu saja, bahasa yang lebih simpel, sederhana dan kekinian diharapkan mampu merubah paradigma buku agama yang cenderung kaku menjadi lebih dekat di hati anak muda.
Integrasi Pendidikan Agama Hindu dalam Pembelajaran Bahasa Sanskerta
Buku ini menjadi sebuah jawaban tentang pola pembelajaran Bahasa Sanskerta yang ringan dan sederhana dilengkapi dengan pengintegrasian nilai Agama Hindu didalamnya. Dalam upaya menjaga kelestarian Bahasa Sanskerta, maka buku ini menjadi buku wajib untuk dibaca, semoga dengan terbitnya buku ini dapat mengisi ruang kosong pembelajaran bahasa Sanskerta sebagai bahasa pengantar Kitab Suci Hindu. Akhir kata, semoga buku ini mendapat tempat khusus bagi pembaca dalam upaya menjaga kelestarian Bahasa Sanskerta sebagai Bahasa Pengantar Kitab Suci Hindu.